Pages

Selasa, 11 Maret 2014

Bahagia Itu (Tidak Lagi) Sederhana

Belakangan ini ada sebuah frase yang akrab dalam kehidupan saya : bahagia itu sederhana.

Apa iya begitu?

Dulu sih saya setuju saat frase ini digunakan untuk mengungkapkan bahwa untuk merasa bahagia, saya tidak perlu keluar uang banyak     atau melakukan sesuatu yang rumit. Hal hal kecil sederhana bisa membuat saya bahagia.    

Misalnya : saya tidak perlu punya uang banyak, ternyata dengan membantu orang lain saja bisa membuat saya bahagia. Bahagia itu sederhana.

Itu sih kata kata saya saat jaman kuliah. Hahaha. Saat ini rasanya saya sudah tidak bisa 100% setuju juga dengan kalimat di atas. Dengan uang yang lebih banyak, yang saya pergunakan untuk membantu lebih banyak orang, maka saya akan dapat menjadi lebih bahagia lagi, bukan? Dan bahagia pun tak lagi sederhana.

Mungkin frase "bahagia itu sederhana" awalnya digunakan untuk meredam hasrat berlebih pada orang orang yang terlalu ngoyo mengejar kebahagiaan (yang biasanya semu, bersifat terlalu duniawi dan materialistis). Jadi semacam mengingatkan : tenang saja, bahagia itu sederhana kok :)

Bisa jadi kasusnya ada seorang yang banting tulang, pergi pagi pulang larut malam, kerja keras bagai kuda (tanpa dicambuk dan didera tentunya, ini bukan lagu Koes Plus) mengumpulkan uang untuk liburan keliling Eropa karena di dalam kepalanya bahagia hanya bisa dicapai kalau dia liburan keliling Eropa. Jadi kita perlu mengingatkan : heyyy..bahagia itu sederhana saja loh :) jangan terlalu memforsir diri

Sayangnya frase bahagia itu sederhana saat ini dijadikan pembenaran bagi kebanyakan orang (iyah. Termasuk saya) untuk "Bahagia dengan hal yang sederhana sederhana saja" alias tidak melakukan improvement dalam hidupnya.

Misalnya (lagi) bagi saya, menulis itu bisa membuat bahagia. Lalu saya menganut paham "bahagia itu sederhana". Maka saya akan puas hanya dengan tulisan tulisan sederhana -curhatan kegalauan perihal urusan hati, contohnya - dan saya tidak akan berpikir untuk mengembangkan diri karena toh saya sudah bahagia dengan tulisan sederhana (remeh? haha) saya. Lah kan tadi katanya bahagia itu sederhana...

Bukankah jika saya belajar dan mengembangkan diri, kemudian saya "membagikan" apa yang saya tahu melalui tulisan kepada banyak orang, maka saya akan lebih bahagia lagi?
Jadi saya harus belajar lagi, mencari ilmu lagi. Dan bahagia pun tidak lagi sederhana. Hahaha.

Iyah, memang kita bisa bahagia (bisa sekali) dengan hal hal sederhana, tapi sekali lagi, itu bukan pembenaran bagi diri kita yang malas melakukan pengembangan diri.

Iya, saya tau kalau makan gulali  sambil lari lari di padang rumput di komplek rumah kamu (kalau masih ada padang rumput di komplek rumah kamu) sambil mengejar capung itu membahagiakan tapi masa iya kamu gak kepingin pergi ke kutub utara, lihat aurora borealis langsung, gak hanya lewat gambar di internet? (Hahaha kalau saya sih kepingin banget)

Jadi, bahagia itu tidak lagi sederhana, kan?
Atau sederhanaku dan sederhanamu yang tak lagi sama?

*halah*

Kamis, 20 Februari 2014

Hello Universe, I'm Back!

Minggu, 16 Februari 2014

Hey,you! I’m back! Hahaha
Sudah nyaris setahun saya tidak menulis. Alasannya sih sibuk ngantor.
Iyah. Alasan

Jadi, apa yang baru dari kamu?
Setahun ini alhamdulillah saya sudah bisa ada di posisi Engineer (posisi yang menurut saya “sakral” dan tidak sembarang orang bisa ada di posisi ini, tapi nyatanya....ah We’ll go to that part later), sudah merasakan dag dig dug di depan Manager untuk menyatakan pengunduran diri (my first resignation. Haha!)

Saat ini saya mulai membaca lagi. Ada satu buku yang sedang saya baca, dan menurut saya menarik. Judulnya “The Philosophy Book”

Dalam salah satu bagiannya, buku ini membahas tentang Aristotle (Aristoteles), seorang filsuf Yunani yang mencetuskan teori “Four Causes of Thing Existence” (entah istilah sebenarnya atau bukan, saya memilih menyebutnya begitu) yang menjelaskan tentang empat cause (saya belum menemukan padanan kata yang tepat dalam Bahasa Indonesia untuk istilah ini) yang menyangkut keberadaan sesuatu  :
1.    Material Cause
Material atau bahan yang membentuk “sesuatu” tersebut. Misal sebuah meja terbuat dari kayu, atau sebuah pintu terbuat dari besi.
2.    Formal Cause
Susunan atau bentuk “sesuatu” tersebut. Misal roda berbentuk lingkaran, tongkat berbentuk balok panjang.
3.    Efficient Cause
How a thing is brought into being (Ini penjelasan dalam buku tersebut, saya kurang mampu mengartikan dan memberi analoginya)
4.    Final Cause
Fungsi atau tujuan “sesuatu” tersebut. Misalnya sebuah telinga, fungsinya adalah untuk mendengar. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa telinga yang baik adalah telinga yang dapat memenuhi fungsinya sebagai indra pendengar.

Segala sesuatu yang baik adalah yang dapat menjalankan fungsinya.
Manusia yang baik adalah manusia yang dapat menjalankan fungsinya dan memenuhi tujuan penciptaannya.

DANG!

Apa ya tujuan hidup saya?
Dulu saat sedang orientasi U-Green di kampus, saya mengutip kalimat yang saya dapat dari Novel Laskar Pelangi untuk saya tuliskan di Buku Hijau saya :  Hidup untuk memberi sebanyak banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak banyaknya.

Tujuan hidup saya adalah untuk menjadi bermanfaat bagi sebanyak mungkin makhluk di sekitar saya ( karena mustahil bila mengatakan “bermanfaat bagi semua orang”)
Tujuan hidup yang sederhana, terdengar klise, namun penuh makna bagi saya.

Untuk itulah manusia berkarya. Mengembalikan apa apa yang Tuhan berikan kepada dirinya : Akal Pikiran, Bakat, Tenaga, Uang, Waktu, Kesehatan melalui karya yang bermanfaat. Maka dari itulah saya mulai (memaksa diri saya untuk) menulis lagi.
Saya ingin berkarya. Saya ingin meninggalkan banyak karya.

Walaupun tulisan-tulisan saya masih jauh dari kategori tulisan bermanfaat yang harus dibaca semua orang. Tapi saya akan belajar menuju ke sana. Haha *iyah, kata “Haha” harus diimbuhkn ketika suatu kalimat mulai terdengar terlalu serius atau mulai terlalu “bukan wiwidhe banget” untuk mencairkan suasana*

Jadi, inilah dia. Saya akan menulis lagi.
Mungkin masih dengan kedodolan dan keodongan seperti biasa. Dengan randomnya saya. Tetap di ujung sebelah sana ya J (sok iyeh lo Wid hahahahaha)

Terima kasih untuk yang pernah bilang “Saya kangen baca Spiderwidhe” atau “Ayok Wid nulis lagi”. That means a lot for me. Sungguh :”)

2014, tahun penuh karya.
Yeay!

P.S. Happy Birthday, Widya Prapti Pratiwi. Be happy for the rest of your life!
P.S.S. Iyah. Tulisan ini saya buat empat hari sebelum ulang tahun saya. Tapi saya memutuskan untuk meluncurkan tulisan ini saat saya berulang tahun. Namanya juga manusia, menikmati Romantisme Momen. Hahahahaha


Minggu, 03 Maret 2013

thanks for four years of awesomeness


2008-2009. Tahap Persiapan Bersama.
atau sering dipelesetkan sebagai tahun paling bahagia. ah buat saya nggak juga sih. keseluruhan empat tahun saya ada di kampus ini adalah tahun tahun paling bahagia buat saya. seriusan. ini bukan gombal. hehe
tahun pertama tinggal jauh dari orang tua, tahun pertama harus mengurus hidup sendiri, tahun pertama jadi mahasiswa. bertemu keluarga-keluarga baru. UTS setiap hari jumat (begadang setiap malam jumat, sibuk melengkapi fotokopian catatan kuliah setiap kamis. hahahahaha, turunan sangkuriang memang). nangis gara gara UTS pertama fisika dapat 50 (setelah itu 38, tapi nggak nangis lagi karena sudah biyasa. hahaha).

bertemu sahabat-sahabat sekelas yang baik hati : Prajna Paramitha, Syarafina Marha, Wahyu Novian. bertemu sahabat-sahabat U-Green yang nggak tahu malu : Sausanatika, Indra Bagoes, Fahmi Rahmana, …. (ah banyak banget kalau yang ini)

2009-2010. Welcome to Engineering Physics, Captain.
mengambil langkah berani dengan mengganti pilihan pertama jurusan yang semula Teknik Kimia menjadi Teknik Fisika (dan kamu tahu apa? sampai hari ini saya tidak pernah menyesali keputusan saya saat itu. sedetik pun tidak).
 bertemu teman-teman dan keluarga baru di FT : Nico Febrian, Irfan Salman, Ronny Junedi, Millatina Fadhillah, Angga Hudaya, Rizki Nur Jannah, Nutya Octavanis, Ali Abidin, ah apa mau diabsen satu-satu ini semuanya? hahaha. ikut osjur (ospek jurusan) demi mendapatkan si jahim biru tengkorak. masuk divisi pengabdian masyarakat di himpunan. jadi panitia wisuda dan arak-arakan.
tahun pertama di jurusan, tahun pertama belajar mata kuliah super abstrak macam fisika kuantum dan medan elektromagnetik (iyah, bakal kesebut terus kok dua mata kuliah dewa ini), nangis gara gara nggak ngerti RLE – Rangkaian Listrik dan Elektronik (tapi abis itu nggak pernah nangis lagi. capek lah kalo nangis setiap nggak ngerti. lha wong nggak ngerti semua. Hahaha)

2010-2011. Yes, I’m Engineering Physics Student, and I’m Proud of It
tahun saat mulai belajar aplikasi langsung dari pelajaran abstrak di tingkat dua. mulai mengerti “mau dibawa ke mana semua yang ada di mata kuliah kita”. jurusan ini menjadi semakin menarik. sumpah. kerja praktik ke oil and gas company dan mengerjakan sesuatu yang cukup melenceng (jauh) dari apa yang dipelajari di kampus. tapi justru itu kan core dari jurusan saya : membajak semua ilmu yang ada. hahaha
 jadi BP di unit. Kepala Divisi Kesejahteraan Anggota (yang justru jadi kadiv paling sering stress dan tidak sejahtera. haha). mulai ikut ngosjur angkatan 2009. pernah cabut ngosjur sekali lalu malah pergi piknik ke tangkuban perahu (muhahahaha. mau me-mention partner in crime nya, tapi ah sudahlah). datang ke perhelatan seni empat tahunan bernama Pasar Seni ITB (see? hidup begitu berwarna di sini. beruntung nya kuliah berdampingan dengan mahasiswa-mahasiswi super kreatif macam anak anak SR –seni rupa- itu)


2011-2012. Prahara Itu Bernama Tugas Akhir

jika ditanya apa yang menjadi highlight dari kehidupan tingkat empat saya, jawabannya hanya satu : TA. luar biasa. mulai dari senang karena bisa jadi anak bimbingannya kanjeng mami yang memang sudah diincar sejak lama (belum tahu saja kalau itu adalah tanda dimulainya gonjang ganjing kehidupan TA saya). senang karena bisa berpartner TA dengan partner in crime saya : Nico Febrian. 
 agak bingung karena tiba-tiba topik TA diganti oleh kanjeng mami di bulan Januari akhir. mulai panik karena hingga Februari belum berprogress. panik ketika mulai sering dimarahi kanjeng mami. ketakutan di bulan Maret bahkan hanya saat berpapasan di jalan dengan kanjeng mami atau mendengar suaranya dari kejauhan. jalan jalan ke Gresik di bulan April untuk mengambil data (yang masih sangat kurang lengkap dan harus dilengkapi bolak balik via email. hahaha. berarti fix yah itu april ke gresik jalan jalan aja). 

super panik di bulan Mei karena deadline draft tinggal sebulan. tidur dua jam sehari demi TA. super sedih di akhir mei karena gagal check point 1 untuk wisuda juli. santai santai dan leha leha sejenak melupakan kesedihan sebelum ketemu kanjeng mami lagi. sedikit merombak TA dan hitungan nya. mulai sering camping di kampus, berkelana dari satu lab ke lab yang lain. sering buka puasa dan sahur bareng teman-teman pejuang oktober. 
bisa check point 1 wisuda oktober di awal September. melalui sidang koloqium yang cukup fenomenal. lolos fundamental engineering test. bisa mengikutsertakan nama di sidang yudisium. resmi menyandang gelar ST di belakang nama. keluar kampus lewat sabuga. dan jadi orang yang diarak (finally)

siapa sangka perjuangan dan semua jalan terjal itu bisa membuat saya tersenyum mengenangnya saat ini. siapa sangka itu semua bisa membuat saya rindu. kalau kata Nico Febrian : bitter part is always better if it’s on the past already.
 finally, all I want to say is thank you very much for four years of awesomeness, my beloved almamater. saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini, seorang senior (danlap, komandan lapangan INKM) pernah berkata : “hari ini kamu bangga menjadi bagian dari ITB, tapi suatu saat nanti kamu harus bikin ITB bangga punya kamu.”
And I promise I’ll do that
Happy 54th anniversary (telat sehari) my Institut Teknologi Bandung. tetaplah membuat orang segan dan gentar hanya dengan mendengar namamu. sepuluh, dua puluh, tiga puluh tahun lagi. selamanya.

Minggu, 06 Januari 2013

some words in early 2013


"Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya,
dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup"
-Habibie&Ainun-

itulah sebab saya masih menantikanmu, hei Tuan. karena pada dirimu saya percaya ada kolaborasi indah antara cinta dan kecerdasan J

aaatuhlah pagi pagi di hari minggu pertama di tahun 2013 dan yang saya tulis malah ini. hahaha. tidak apa lah ya. sesekali jadi romantis (noted that. romantis ya, bukan galau). 


Selasa, 11 Desember 2012

just a few simple words can help warm up my day. really


“someone who are not there to accompany you
through your worst time,
is not deserve to be with you during your best time”

yaksip. note to myself.
#playingtrack : buat aku tersenyum, sheila on 7.
belum menemukan lagu yang lebih pas untuk menggambarkan situasi seperti ini.



one day


one day you will finally understand why you have to go through a rough path like this. just have faith that you are going to have a great destiny, so God prepares you for that.

*ceritanya sedang menyemangati diri sendiri*

Sabtu, 01 Desember 2012

Sabtu, 24 November 2012

Rest In Peace


death will always teach you that
no matter how hard your struggle is,
you are still lucky to have chance for struggling.

Rest in Peace, William FT 2008
have a wonderful life up there...

Sabtu, 13 Oktober 2012

i prefer


actually it is nice to have a person
who can accept me just the way i am.
but i prefer to have someone
who can bring out the very best in me J

Selasa, 09 Oktober 2012

sore sore


berapa banyak hal yang sangat ingin kamu lakukan atau kamu katakan tapi tidak kunjung kamu kerjakan karena kamu terlalu banyak berpikir? Kalau saya sih rasanya sudah banyak sekali. dan ada beberapa hal yang tidak saya coba di masa lalu yang kemudian saya sesali hari ini. Sore ini saya terlibat perbincangan melalui pesan singkat dengan sahabat saya, wahyu novian. di satu pesan singkatnya dia mengatakan : “you better die trying than wondering all of your life”.

Mark Twain pun pernah mengatakan ungkapan senada (walaupun saya tidak pernah mendengarnya langsung) : Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do

hah. I wish I had the courage.
I really wish.


*dipostkan saat sebenarnya saya punya beberapa hutang tulisan yang belum selesai tentang #BaliTrip dan #TugasAkhir*

friends